KAJIAN KONSEP KERUANGAN TRAVELAPOLIS BERDASARKAN KONTRIBUSI PENDAPATAN ASLI DAERAH TAHUN 2020 DI KOTA BANDUNG Studi Kasus SWK Cibeunying

Nugroho, Mikola Ramadhani and Trimarstuti, Jeki (2022) KAJIAN KONSEP KERUANGAN TRAVELAPOLIS BERDASARKAN KONTRIBUSI PENDAPATAN ASLI DAERAH TAHUN 2020 DI KOTA BANDUNG Studi Kasus SWK Cibeunying. ["eprint_fieldopt_thesis_type_tugasakhir" not defined] thesis, University of Technology Yogyakarta.

[img] Text
5181511030_Mikola Ramadhani Nugroho.pdf

Download (18kB)

Abstract

ABSTRAK Pariwisata adalah sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Menurut Kodhyat (1998), pariwisata adalah sebagai perjalanan dari tempat satu ke tempat yang lain, baik yang dilakukan secara perorangan, kelompok ataupun usaha. Kota Bandung, sebagai salah satu Kota dengan daya tarik wisata tertinggi di Indonesia bahkan di dunia, juga memiliki banyak peran dalam mendorong sektor pariwisata, oleh karena itu diperlukan beberapa pembenahan. Salah satunya adalah dengan konsep keruangan Travelapolis di Sub Wilayah Kota Cibeunying. Travelapolis sendiri merupakan sebuah tema yang memfokuskan pada perlindungan bangunan (heritage) dan pusat kuliner. Selain itu juga dimaknai sebagai tema yang dikhususkan untuk menunjukan salah satu citra Kota Bandung yang dikenal dengan kota wisata kuliner dengan nuansa bangunan heritage atau bangunan cagar budaya yang mengedepankan nilai estetika tinggi. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui cara kerja konsep Travelopolis dan mengkaji hubungan konsep travelapolis dilihat dari kontribusnya terhadap PAD. dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif penelitian ini dilakukan agar mendapatkan hasil sebaik mungkin. Kemudian teknik analisa yang digunakan adalah analisis overlay guna melihat perspektif pola hubungan keruangan dari jenis kegiatan kuliner terhadap Pendapatan Asli Daerah di sektor Penerimaan Pajak khususnya Pajak Restoran. Hasil analisis overlay akan mengeluarkan beberapa output yaitu berupa sebaran jenis kegiatan, jumlah kegiatan, kontribusi jenis kegiatan berdasarkan jumlah kegiatan, kontribusi SWK Cibeunying terhadap PAD Penerimaan Pajak Restoran, serta kontribusi masing–masing jenis kegiatan pada masing–masing Kecamatan yang berada di SWK Cibeunying. Dari beberapa output tersebut diketahui bahwa dalam skala Kota SWK Cibeunying dengan konsep Travelapolis-nya mampu berkontribusi terhadap penerimaan pajak restoran sebanyak 33% dari penerimaan pajak restoran di skala Kota Bandung yang memiliki nilai penerimaan sebesar Rp212.685.094.158. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsep keruangan Travelopolis turut mempengaruhi penerimaan pajak khususnya sektor Pajak Restoran di SWK Cibeunying Kota Bandung. Kata kunci: Travelapolis, SWK Cibeunying, Pendapatan Asli Daerah ABSTRACT Tourism is everything related to tourism, tourist attractions, ventures in the field while much more in the sense of tourism. according to Kodhyat (1998), tourism is a trip from one place to another. Whether done individually, groups or in business. The city of Bandung, as one of the highest tourist attraction cities in Indonesia and even in the world, also has many roles in tourism sector, therefore several improvements are needed. One of them is with Travelapolis in Cibeunying City Sub-Region. Travelapolis itself is a theme that focuses on the protection of buildings (heritage) and culinary centers. However, it can be interpreted as a theme to showing the images the city of Bandung which is known as a culinary tourism city with the nuances of heritage buildings or cultural heritage buildings that has aesthetic values. This is why SWK Cibeunying with Travelapolis was chosen in this study. The purpose of this study is to find out the Travelopolis concept works and examine the relationship between the travelapolis concept in terms of its contribution to ROI. using a descriptive quantitative approach, this research is carried out in order to get the best possible results. The analysis technique used is an overlay analysis to see the perspective of spatial relationship patterns from types of culinary activities to Regional Original Income in the Tax Revenue sector, especially Restaurant Tax. and the contribution each type of activity in each sub-district located in SWK Cibeunying. On the scale of City, SWK Cibeunying with Travelapolis concept, it’s can contribute to restaurant tax revenues as much 33% of restaurant tax on the Bandung City scale which has a revenue value of Rp 212,685,094,158. Thus it can be said that the travelopolis spatial concept also affects tax revenues, especially the Restaurant Tax sector at SWK Cibeunying Bandung City. Keyword: Travelapolis, SWK Cibeunying, Regional Original Income

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_tugasakhir" not defined])
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Perencanaan Wilayah dan Kota
Depositing User: Kaprodi S1 PWK UTY
Date Deposited: 27 Oct 2022 01:23
Last Modified: 27 Oct 2022 01:23
URI: http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/11122

Actions (login required)

View Item View Item