PERANCANGAN SOCIAL - EDUCATIVE SPACE SEBAGAI PROTOTIPE UNTUK DESA TERTINGGAL DI JAWA BARAT (PILOT PROJECT DESA GUNUNG JAMPANG) DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HUMANISME

Pasha, Imandika Rinaldy and Meytasari, Cinthyaningtyas (2023) PERANCANGAN SOCIAL - EDUCATIVE SPACE SEBAGAI PROTOTIPE UNTUK DESA TERTINGGAL DI JAWA BARAT (PILOT PROJECT DESA GUNUNG JAMPANG) DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HUMANISME. Tugas Akhir thesis, University of Technology Yogyakarta.

[img] Text
ABSTRAK-5180911127-IMANDIKA RINALDY PASHA.pdf

Download (83kB)

Abstract

Arsitektur humanisme merupakan suatu gagasan yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan berpedoman pada teori Abraham Maslow, melalui arsitektur humanisme, suatu bangunan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna dengan adanya fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang segala kegiatan dan aktifitas terkait kegiatan sosial dan edukasi informal, dimana rancangannya didasari oleh pemenuhan aspek, psikologis, safety, belonging, esteem dan actualization. Social-educative space adalah sebuah ruang dimana orang-orang dapat berkumpul dan berinteraksi antar sesama serta saling bertukar pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal, bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peningkatan intelektualitas dan ilmu pengetahuan serta interaksi sosial. rancangan ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat desa-desa tertinggal di Jawa Barat, sehingga diperlukan suatu prototipe yang harapannya mampu diterapkan di seluruh desa-desa tertinggal di Jawa Barat. Prototipe akan ditempatkan di Desa Gunung Jampang yang merupakan salah satu dari 121 desa tertinggal yang ada di Provinsi Jawa Barat dan merupakan desa tertinggal terendah ke 3 berdasarkan IPM di Kabupaten Garut, IPM sendiri berkaitan dengan 3 hal yang pertama ialah hidup sehat, ilmu pengetahuan dan taraf hidup layak. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, dilaksanakan dengan mengumpulkan data, kemudian melakukan analisis untuk memperoleh konsep perencanaan dan perancangan. Kemudian digunakan sebagai dasar dalam rancangan desain. Humanism architecture is an idea of fulfilling human needs based on Abraham Maslow’s theory. Through humanism architecture, a building is expected to meet user needs, supported by facilities for all activities, including social activities and informal education. The design is based on fulfilling psychological aspects, safety, belonging, esteem, and actualization. Social-educative space is where people can gather and interact with each other and exchange knowledge and understanding of various things, aiming to improve people’s living standards through intellectual and scientific improvement and social interaction. This design is needed to improve the quality of life of the underdeveloped villages in West Java, so we need a prototype that can be applied in all underdeveloped villages in West Java. The prototype will be placed in Gunung Jampang Village, one of 121 underdeveloped villages in West Java and the 3rd lowest underdeveloped village based on HDI in Garut Regency. HDI itself is related to 3 things, namely healthy living, knowledge, and a decent standard of living. The method used is a descriptive method, carried out by collecting data and then analyzing it to obtain the concept of planning and design. Then the results are used as a basis for the design draft.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tugas Akhir or Kerja Praktek) (Tugas Akhir)
Uncontrolled Keywords: Arsitektur Humanisme, Desa Gunung Jampang, Desa Tertinggal, Prototipe Social-Educative Space. humanism architecture, Gunung Jampang village, remote village, prototype, social-educative space
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitekur
Depositing User: Kaprodi S1 Arsitektur UTY
Date Deposited: 07 Dec 2023 03:16
Last Modified: 07 Dec 2023 03:16
URI: http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/14392

Actions (login required)

View Item View Item