“THE POROUS MOSQUE” PERANCANGAN MASJID DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK (PEMBANGUNAN MASJID NURUL HIDAYAH, PATHUK, NGAMPILAN, KOTA YOGYA)

Cinthyaningtyas Meytasari, ST., MT. ; Marcelina Dwi Setyowati, S.T, M.Sc. ; Desrina Ratriningsih, S.T., M.Sc. (2023) “THE POROUS MOSQUE” PERANCANGAN MASJID DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK (PEMBANGUNAN MASJID NURUL HIDAYAH, PATHUK, NGAMPILAN, KOTA YOGYA). EC00202311844,.

[img] Text
ALL FILE HKI MASJID PATUK.pdf

Download (737kB)

Abstract

Masjid Nurul Hidayah adalah sebuah masjid yang beralamat di Pathuk NG I/647, Kota Yogyakarta. Masjid ini terletak di permukiman padat penduduk dimana jarak antar rumah nyaris tidak ada. Rumah-rumah yang ada hampir semua tidak memiliki halaman walaupun itu kecil. Sirkulasi lingkungan hanya berupa gang dengan lebar kurang lebih 2m untuk gang utama, dan kurang dari 1.5m untuk gang-gang penghubung lainnya. Begitu pula dengan Masjid Nurul Hidayah yang bangunannya menggunakan 100% lahan yang ada (karena lahan sempit sementara kebutuhan untuk menampung jamaah cukup banyak), dengan batasan sisi utara adalah gang 2m, sisi timur adalah halaman warga dan gang 1m yang merupakan wakaf warga hingga sisi selatan, sedangkan sisi barat berbatasan langsung dengan dinding rumah warga. Lingkungan masjid merupakan permukiman padat dengan tingkat pendapatan masyarakatnya adalah menengah ke bawah. Namun hal ini tidak mengurangi antusiasme dan keinginan warga untuk memperbaiki dan mengembangkan masjidnya, menyesuaiakan dengan kebutuhan masyarakat akan tempat ibadah yang nyaman, indah, dan mempunyai fasilitas untuk kegiatan keagamaan. Warga sudah mulai mengumpulkan infak dan mencari dana untuk pembangunan masjid sejak 3 tahun yang lalu. Kondisi lingkungan sosial-ekonomi setempat, juga kondisi lingkungan site masjid, mengharuskan konsep masjid Nurul Hidayah yang baru haruslah mampu mengakomodir dengan optimal kebutuhan yang ada, menggunakan material sederhana, hemat dalam operasional kedepannya, mudah dalam perawatan (dan tahan lama), namun dituntut tetap mempunyai nilai estetika yang baik. Untuk itu desain masjid harus mampu mengoptimalkan pemanfaatan cahaya matahari dan udara untuk pencahayaan dan penghawaan alami. Hal ini perlu dipikirkan mendalam karena lingkungan masjid yang merupakan permukiman padat, dimana cahaya matahari kurang leluasa didapat, juga sirkulasi udara yang kurang maksimal. Pertimbangan-pertimbangan ini akhirnya memunculkan 2 konsep masjid, yaitu konsep teknis dan konsep filosofi, dimana keduanya saling mendukung dan terkait. Secara filosofi keruangan masjid berorientasi ke arah kiblat untuk menguatkan citra bangunan sebagai masjid, yang didukung dengan konsep teknis dimana building envelope dimiringkan searah kiblat yang secara fungsional mampu mengarahkan aksesibilitas jamaah, juga berfungsi sebagai penangkap angin yang lalu diarahkan masuk bangunan. Masjid juga berkonsep ‘berpori’ sehingga seakan-akan menjadi bangunan yang ‘bernafas’ dengan penggunaan dan penataan roster, serta mengoptimalkan bukaan dengan dinding yang ‘bersirip’, adanya void untuk meratakan bias terang matahari, penggunaan glass block, serta UPVC transparan di sebagian atap untuk memasukkan cahaya matahari. Desain dibuat untuk mengoptimalkan pencahayaan dan penghawaan alami, namun tetap terlindungi dari panas dan hujan, sehingga bisa menekan biaya operasional dan perawatan kedepannya.

Item Type: Patent
Uncontrolled Keywords: masjid Nurul Hidayah, permukiman padat, hemat dan efisien material-energi-perawatan
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitekur
Depositing User: Kaprodi S1 Arsitektur UTY
Date Deposited: 07 Mar 2024 03:32
Last Modified: 09 Mar 2024 04:00
URI: http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/15003

Actions (login required)

View Item View Item