Oktaviani, Erisa Rizqi and Tisnawati, Endah (2025) IMPLEMENTASI KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA PERANCANGAN TAMAN BUDAYA DI MAGELANG. Tugas Akhir thesis, Universitas Teknologi Yogyakarta.
|
Other
ABSTRA~4.PDF Download (1MB) |
Abstract
Kota Magelang terletak pada jalur antara Kota Semarang ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan memiliki keunikan dikelilingi oleh 5 (lima) gunung. Hal ini yang membuat kebanyakan orang merasa sejuk ketika berkunjung ke Magelang. Sesuai dengan Salah satu visi BAPEDA, DPUPR, dan DISDIKBUD tahun 2021-2026 adalah mengadakan bangunan yang dapat melestarikan nilai budaya. Misi pembangunan ini sendiri adalah antara lain untuk tetap melestarikan kebudayaan khususnya budaya lokal dengan mewadahi tempat sebagai lokasi pelestarian budaya. Taman budaya sendiri diharapkan dapat menjadi ajang pertunjukkan kebudayaan setempat kepada masyarakat luas agar tetap lestari. Hal tersebut merujuk pada Perancangan Taman Budaya yang menggunakan 3 metode yaitu metode observasi untuk memeroleh data primer serta metode studi literatur dan studi kasus untuk memeroleh data sekunder. Hasil data yang terkumpul kemudian disusun berdasar tema-tema berbasis arsitektur hijau yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antara manusia dan lingkungan hijau di Magelang. Desain yang dihasilkan tetap mempertahankan ciri khas budaya di Magelang serta respon dari iklim setempat yang dapat dilihat dari tata olah massa, zonasi ruang, dan pemilihan struktur. Magelang City is located on the route between Semarang and Yogyakarta Special Region and has the uniqueness of being surrounded by 5 (five) mountains. It makes most people feel cool when visiting Magelang. In accordance with one of the visions of BAPEDA, DPUPR, and DISDIKBUD in 2021-2026 is to procure buildings that can preserve cultural values. The mission of this development itself is, among others, to preserve the culture, especially local culture by accommodating a place as a cultural preservation location. The cultural park is expected to be a place to show local culture to the wider community so that it remains sustainable. It refers to the design of the Cultural Park, which used three methods: observation to obtain primary data, the literature study, and case studies to obtain secondary data. The data collected were then organized based on green architecture-based themes that aim to create harmony between humans and the green environment in Magelang. The resulting design maintained the cultural characteristics of Magelang, as well as the response to the local climate, which can be seen from the massing, space zoning, structure selection, and ornamentation.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tugas Akhir or Kerja Praktek) (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Taman Budaya, Magelang, Arsitektur Hijau, Cultural Park, Magelang, Green Architecture |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitekur |
| Depositing User: | Kaprodi S1 Arsitektur UTY |
| Date Deposited: | 05 May 2025 07:21 |
| Last Modified: | 05 May 2025 07:21 |
| URI: | http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/17786 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
