PERANCANGAN CULTURAL CENTER DI DAERAH WISATA BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG DENGAN PENDEKATAN PRIMITIVE FUTURE

Setyanto, Ferdian Daris and Putro, Hendro Trieddiantoro (2021) PERANCANGAN CULTURAL CENTER DI DAERAH WISATA BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG DENGAN PENDEKATAN PRIMITIVE FUTURE. Tugas Akhir thesis, University of Technology Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
5160911235-FERDIAN DARIS SETYANTO.pdf

Download (18kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Magelang Cultural center merupakan pusat budaya yang terletak di kawasan wisata Borobudur Kabupaten Magelang. Perancangan ini didasari dengan keaktifnya masyarakat dalam kegiatan seni dan budaya baik usia muda maupun usia tua. Hal tersebut menjadi perhatian khusus oleh pemerintah Kabupaten Magelang untuk meningkatkan nilai pariwisata dan menambah fasilitas dan sarana seni budaya di wilayah tersebut. Dengan dibangunnya cultural center di kawasan wisata Borobudur Kabupaten Magelang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kegiatan yang lebih variatif dalam suatu wadah kesenian dan kebudayaan. Perancangan ini bertujuan untuk menentukan fasilitas dan sarana yang dibutuhkan sehingga para pelaku seni dapat terwadahi dan dapat menjaga warisan budaya serta mengembangkan kesenian dengan baik. Penerapan pendekatan arsitektur Primitive future menciptakan gaya primitive dengan menyatukan unsur Alam dengan bangunan sesuai dengan Iklim setempat serta future dengan bentuk dasar yang sederhana mengikuti fungsinya. Hal ini akan dapat dinikmati melalui berbagai fasilitas fisik yang membuat kesan positif untuk beraktifitas. Kata kunci: Cultural center, Primitive Future ABSTRACT Magelang Cultural Center is a cultural center located in the tourism area of Borobudur, Magelang Regency. This design is based on the public activeness in arts and cultural activities, both youngsters and elders. This becomes a special concern by the Government of Magelang Regency to increase the value of tourism and add facilities and cultural art amenities in the region. Along with the construction of a cultural center in the tourism area of Borobudur, Magelang Regency, it is expected that it can increase the growth of more varied activities in a forum for arts and culture. This design aims to determine the facilities and amenities needed therefore the artists can be accommodated and can maintain cultural heritage as well as develop the arts properly. The implementation of the Primitive Future architectural approach creates a primitive style by combining the elements of Nature with a building based on the local climate, and the future with simple basic forms following its functions. This will be enjoyed through various physical facilities that make a positive impression for activities. Keywords: Cultural center, Primitive Future.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tugas Akhir or Kerja Praktek) (Tugas Akhir)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Cultural center, Primitive Future
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitekur
Depositing User: Kaprodi S1 Arsitektur UTY
Date Deposited: 30 Dec 2021 08:27
Last Modified: 30 Dec 2021 08:27
URI: http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/7261

Actions (login required)

View Item View Item