PERANCANGAN PUSAT SEI DAN BUDAYA MALUKU UTARA Dengan pendekatan arsitektur vernakular

watiwa, Fadli a and Panghargiyo, Murwantoro (2021) PERANCANGAN PUSAT SEI DAN BUDAYA MALUKU UTARA Dengan pendekatan arsitektur vernakular. Tugas Akhir thesis, University of Technology Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK-5140911055-FADLI A WATIWA.pdf

Download (429kB) | Preview

Abstract

Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beraneka ragam menjadi suatu Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beraneka ragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk dipertahankan, serta diwariskan kepada generasi selanjutnya. Oleh karena itu warisan budaya yang berupa adat istiadat, perilaku, kesenian, arsitektur dan benda-benda bersejarah merupakan suatu kekayaan yang patut untuk dijaga. Oleh karena itu guna meningkatkan minat masyarakat terhadap seni dan budaya, serta mengembangkan nilai pariwisata di Maluku Utara, diperlukan sebuah fasilitas yang dapat menunjang aktifitas terkait hal-hal tersebut. Besarnya pengaruh Globalisasi serta minimnya bahan-bahan dan tulisan tentang sejarah daerah Maluku Utara, mengakibatkan generasi muda masa kini, apatis terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya daerahnya sendiri, dan lebih disayangkan lagi adalah semakin tajamnya egoisme primordial ke-suku-an antar masing-masing etnis yang ada di Maluku Utara dalam percaturan di bidang politik praktis tingkat lokal, memberikan efek negatif terhadap pelestarian nilai sejarah, adat dan tradisi dari masing-masing kelompok etnik. Kondisi yang ada saat ini menuntut akan diciptakannya sebuah wadah atau tempat yang dapat menjaga kelangsungan budaya daerah. Dalam mewujudkan suatu pusat seni dan budaya yang fungsional dan menarik, perlu dibuat sebuah konsep yang dapat merangkum segala kemudahan serta menciptakan suasana ruang yang kental akan kebudayaan Maluku Utara. Adapun pendekatan konsep yang akan diterapkan dalam perancangan pusat seni dan budaya ini adalah konsep arsitektur vernakular. Menurut Rapoport A (1969), arsitektur vernakular adalah arsitektur yang tumbuh dan berkembang dari arsitektur rakyat yang lahir dari masyarakat etnik dan berakar pada tradisi etnik, serta dibangun oleh tukang berdasarkan pengalaman (trial and error), menggunakan teknik dan material lokal serta merupakan jawaban atas setting lingkungan tempat bangunan tersebut. Pusat seni dan budaya memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya berbagai macam aktifitas seni dan budaya, seperti pertunjukan seni tari, seni musik, seni rupa, seni teater dan seni sastra, baik itu bersifat tradisional maupun kontemporer. Selain itu pusat seni dan budaya juga berfungsi sebagai sarana informasi dan edukasi kesenian dan budaya setempat, serta sebagai salah satu tujuan wisata seni yang menampilkan keragaman budaya dan adat istiadat, khususnya yang ada di Maluku Utara. The diverse local cultures in Indonesia become a pride as well as a challenge to be maintained, and passed on to the next generation. Therefore, cultural heritages in the form of customs, behaviors, arts, architectures and historical objects are a wealth that should be preserved. Therefore, in order to increase public interest in arts and culture, as well as to increase tourism value in North Maluku, it needs a facility that can support activities related to these matters. The magnitude of the influence of globalization and the lack of materials and writings about the history of North Maluku region have resulted in today's young generation being apathetic towards preserving the historical and cultural values of their own region. What is even more unfortunate is the increasing of primordial tribal egoism between each ethnic group in North Maluku in the arena of practical politics at the local level which has a negative effect on the preservation of historical values, customs and traditions of each ethnic group. The current conditions require the creation of a forum or place that can maintain the sustainability of local culture. In realizing a functional and attractive arts and culture center, it is necessary to create a concept that can encapsulate all conveniences and create a space atmosphere that is thick with North Maluku culture. The concept approach that will be applied in the design of this arts and culture center is the concept of vernacular architecture. According to Rapoport A (1969), vernacular architecture is architecture that grows and develops from folk architecture born from ethnic communities and rooted in ethnic traditions, and built by craftsmen based on experience (trial and error), using local techniques and materials and is the answer to the setting of the environment in which the building is located. The arts and culture center has a function as a venue for various kinds of artistic and cultural activities, such as dance performances, music arts, fine arts, theater arts and literary arts, both traditional and contemporary. In addition, the arts and culture center also functions as a means of information and education about local arts and culture, as well as an art tourism destination that displays the diversity of culture and customs, especially those in North Maluku.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tugas Akhir or Kerja Praktek) (Tugas Akhir)
Uncontrolled Keywords: Kebudayaan Maluku Utara, Pusat Seni Dan Budaya, Maluku Utara North Maluku Culture, Arts and Culture Center, North Maluku Vernacular
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Arsitekur
Depositing User: Kaprodi S1 Arsitektur UTY
Date Deposited: 03 Jan 2022 07:27
Last Modified: 03 Jan 2022 07:27
URI: http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/8943

Actions (login required)

View Item View Item