PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI STRATEGI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN MAKASSAR TIMUR KECAMATAN TERNATE TENGAH

Suaib, Fahriani and Trimarstuti, Jeki (2022) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI STRATEGI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN MAKASSAR TIMUR KECAMATAN TERNATE TENGAH. ["eprint_fieldopt_thesis_type_tugasakhir" not defined] thesis, University of Technology Yogyakarta.

[img] Text
5161511010_Fahriani Suaib.pdf

Download (22kB)

Abstract

ABSTRAK Permukiman kumuh merupakan permukiman yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan umumnya dihuni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Faktor penyebab tumbuhnya permukiman kumuh umumnya ditandai dengan laju pertambahan penduduk di wilayah kota, tingginya jumlah warga miskin, serta laju urbanisasi. Kota Ternate merupakan salah satu kota di kawasan Indonesia Timur dan merupakan ibu kota Provinsi Maluku Utara. Salah satu kawasan permukiman kumuh di Kota Ternate berada di Kelurahan Makassar Timur yang secara administratif termasuk dalam Kecamatan Kota Ternate Tengah dan berada tepat di tengah kota. Dengan adanya beberapa pola penanganan permukiman kumuh yang dilakukan melalui program KOTAKU, maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat dan bentuk keterlibatan masyarakat dalam strategi penanganan permukiman kumuh yang telah dilakukan di Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tahapan penelitian meliputi tahap persiapan, pengumpulan data, dan analisis. Pengumpulan data dilakukan dengan dua metode, yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan informan kunci menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Sedangkan data sekunder didapatkan melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman kumuh di Kelurahan Makassar Timur RT 01/RW 01 ini sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahun dan mengakibatkan timbulnya kepadatan permukiman yang tidak terkendali di atas lahan yang tidak memadai. Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Makassar Timur masih belum dikatakan berdaya jika dilihat dari kemampuan ekonomi warganya, karena sebagian besar penduduknya hanya mengandalkan mata pencaharian sebagai pedagang kecil. Pola pemberdayaan yang dilakukan belum sepenuhnya melibatkan masyarakat secara menyeluruh, sehingga masih terbatas pada sumbangan tenaga dari masyarakat. Strategi penanganan permukiman kumuh yang telah dilakukan, diantaranya dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau untuk taman bermain anak-anak dan menjadikan lokasi pinggiran taman sebagai tempat berjualan gorengan dan juga minuman dingin untuk orang-orang yang mampir duduk di taman bermain tersebut. Kata Kunci : permukiman kumuh, pemberdayaan, masyarakat, Kelurahan Makassar ABSTRACT Slums are settlements that have a high population density and are generally inhabited by Low-Income People (:Masyarakat Berpenghasilan Rendah/MBR). Some factors which causing the growth of slum settlements are generally characterized by the rate of population growth in urban areas, the high number of poor people, and the rate of urbanization. Ternate City is one of the cities in Eastern Indonesia and is the capital of North Maluku Province. One of the slum areas in Ternate City is in the Makassar Timur Village which is administratively included in the District of Central Ternate City and is right in the middle of the city. With the existence of several patterns of handling slum settlements carried out through the KOTAKU program, the purpose of this study is to describe the process of community empowerment and forms of community involvement in the strategy for dealing with slum settlements that have been carried out in East Makassar Village, Central Ternate District. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The research stages include the preparation stage, data collection, and analysis. Data was collected by two methods, namely primary and secondary data collection. Primary data were obtained through observation and interviews with key informants using purposive and snowball sampling techniques. Meanwhile, secondary data was obtained through document review. The results showed that the condition of slum settlements in Makassar Timur Village, RT 01/RW 01, was strongly influenced by the number of residents who continued to increase every year and resulted in the emergence of uncontrolled settlement density on inadequate land. Community empowerment in East Makassar Village is still not said to be empowered when viewed from the economic capacity of its citizens, because most of the population only relies on livelihoods as small traders. The pattern of empowerment carried out has not fully involved the community as a whole, so it is still limited to the contribution using the power from some part of them. Strategies for dealing with slums that have been carried out include using green open spaces for children's playgrounds and making the outskirts of the park a place to sell snacks and cold drinks for people who stop by to sit at the playground. Keywords: slum settlements, empowerment, community, Makassar Village

Item Type: Thesis (["eprint_fieldopt_thesis_type_tugasakhir" not defined])
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Perencanaan Wilayah dan Kota
Depositing User: Kaprodi S1 PWK UTY
Date Deposited: 24 Oct 2022 04:15
Last Modified: 24 Oct 2022 04:15
URI: http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/11107

Actions (login required)

View Item View Item