Septianang, Septianang and Natalia, Dita Ayu Rani (2025) ANALISIS SPASIO-TEMPORAL DAN PROYEKSI PERKEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN SARBAGITA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MALAM. Tugas Akhir thesis, University of Technologi Yogyakarta.
|
Text
5211511096_Septianang.pdf Download (298kB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji perkembangan Kawasan Perkotaan Sarbagita yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional secara spasial-temporal. Pertumbuhan Kawasan Perkotaan Sarbagita sebagai destinasi wisata nasional maupun internasional serta menjadi pusat penanaman modal di Provinsi Bali selain berpotensi menimbulkan dampak positif juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyusutan lahan pertanian hingga perluasan daerah perkotaan yang mengganggu keseimbangan ekologi. Maka dari itu diperlukan kajian untuk mengetahui dinamika perkembangan kawasan perkotaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan kawasan menggunakan citra satelit malam dan memproyeksikan perkembangannya di masa mendatang. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data citra satelit malam sebagai indikator aktivitas manusia. Analisis yang digunakan memanfaatkan clockboard zone dan urban block sebagai model visualisasi dan zonasi kawasan perkotaan. Selain itu juga digunakan metode exponential smoothing untuk memprediksi kondisi intensitas cahaya malam di masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan intensitas cahaya malam di Kawasan Perkotaan Sarbagita pada periode 2012- 2023, meskipun pada tahun 2020 terjadi penurunan akibat kebijakan pandemi. Kota Denpasar menjadi wilayah dengan intensitas cahaya tertinggi, diikuti Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan. Namun, Kabupaten Tabanan memiliki laju peningkatan intensitas cahaya tertinggi. Secara spasial, konsentrasi intensitas cahaya berpusat di Kota Denpasar dengan arah konsentrasi tertinggi ke arah barat dan barat daya. Proyeksi intensitas cahaya malam di Kawasan Perkotaan Sarbagita tahun 2025-2045 konsisten menunjukkan pertumbuhan. Kota Denpasar diproyeksikan tetap menjadi pusat aktivitas tertinggi, namun laju peningkatan tertinggi justru terjadi di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar. Selain itu juga diprediksi terjadi pergeseran arah konsentrasi intensitas cahaya dengan kecenderungan ke arah timur laut dan selatan, serta kemunculan lokasi konsentrasi perkembangan baru di beberapa wilayah. Kata kunci: analisis spasial temporal, citra satelit malam, intensitas cahaya malam, kawasan perkotaan Sarbagita, proyeksi perkembangan perkotaan ABSTRACT This research examines the development of the Sarbagita Urban Area which has been designated as a National Strategic Area spatially-temporally. The growth of the Sarbagita Urban Area as a national and international tourist destination and investment center in Bali Province not only has the potential for positive impacts but can also have negative impacts such as shrinking agricultural land to the expansion of urban areas that disrupt ecological balance. Therefore, a study is needed to determine the dynamics of the development of this urban area. This research aims to identify the development of the area using night satellite imagery and project its future development. This research method applies a quantitative approach by utilizing night satellite image data as an indicator of human activity. The analysis used clockboard zone and urban block as a model of visualization and zoning of urban areas. In addition, the exponential smoothing method was used to predict future night light intensity conditions. The results showed that there was an increase in night light intensity in the Sarbagita Urban Area in the period 2012-2023, although in 2020 there was a decrease due to pandemic policies. Denpasar City is the region with the highest light intensity, followed by Badung, Gianyar, and Tabanan Regencies. However, Tabanan Regency has the highest rate of increase in light intensity. Spatially, the concentration of light intensity is centered in Denpasar City with the highest concentration direction to the west and southwest. Projections of night light intensity in the Sarbagita Urban Area for 2025-2045 consistently show growth. Denpasar City is projected to remain the highest activity center, but the highest rate of increase occurs in Tabanan Regency and Gianyar Regency. It is also predicted that there will be a shift in the direction of light intensity concentrations with a tendency towards the northeast and south, as well as the emergence of new development concentration locations in some areas. Keywords: spatial-temporal analysis, nighttime satellite imagery, nighttime light intensity, Sarbagita urban area, urban development projection
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tugas Akhir or Kerja Praktek) (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Perencanaan Wilayah dan Kota |
| Depositing User: | Kaprodi S1 PWK UTY |
| Date Deposited: | 07 Oct 2025 03:36 |
| Last Modified: | 07 Oct 2025 03:36 |
| URI: | http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/19142 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
