Apriyana, Eko and Nugroho, Andung Jati (2025) ANALISIS POSTUR PEKERJA BATIK MENGGUNAKAN METODE WORKPLACE ERGONOMIC RISK ASSESSMENT (WERA) DI UMKM BATIK SELOKA (Studi Kasus: UMKM Batik Seloka). Tugas Akhir thesis, University of Technology Yogyakarta.
|
Text
5210611105 EKO APRIYANA_ABSTRAK.pdf Download (212kB) |
Abstract
Abstrak Batik Seloka merupakan UMKM lokal memproduksi batik sejak November 2015.Saat ini Batik Seloka sudah memiliki 15 orang karyawan. Batik Seloka menjadi salah satu usaha yang membangun ekonomi masyarakat Cilacap melalui usaha pembuatan batik yang bernuansa kearifan lokal khas Cilacap dengan mengangkat motif parang bata, sekar kantil, pltu dan parang nusakambangan yang dipadukan dengan bunga wijayakusuma. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Pekerja batik sering kali bekerja dalam posisi yang statis dalam waktu yang lama, seperti duduk atau membungkuk dalam durasi yang panjang. Berdasarkan hasil kuesioner NBM, beberapa bagian tubuh yang dikeluhkan oleh pekerja meliputi leher (75%), punggung (50%), pinggang (50%), lengan (50%), pergelangan tangan (50%), dan tangan (58,3%). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan memberikan usulan perbaikan postur kerja untuk mengurangi kelelahan dan nyeri pada pekerja. Metode yang digunakan untuk menganalisis postur kerja adalah Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA). Hasil penelitian menunjukkan postur kerja dengan skor awal pada aktivitas pelurikan kain 36, aktivitas pengecapan kain 32, dan aktivitas pencampuran warna 34 di level medium. Sedangkan skor nilai akhir sesudah usulan yaitu pada aktivitas pelurikan kain 25, aktivitas pengecapan kain 26, dan aktivitas pencampuran warna 25 di level low. Perbaikan postur kerja ada pada posisi postur bahu berada dalam posisi moderate kurang dari 60° dengan lebih banyak jeda, pergelangan tangan dalam posisi moderate membungkuk dengan gerakan 0-10 kali per menit, punggung dalam posisi moderate 0°-10° dengan gerakan 0-3 kali per menit, leher dalam posisi netral ke bawah Kata Kunci: NBM, WERA, Postur Kerja Abstract Batik Seloka is a local SME producing batik since November 2015. Currently, Batik Seloka has 15 employees. Batik Seloka becomes one of the businesses that builds the economy of the Cilacap community through batik making. Its product have a nuance of local wisdom typical of Cilacap by raising the motifs of parang bata, sekar kantil, pltu and parang nusakambangan combined with wijayakusuma flowers. The problem in this study is that batik workers often work in static positions for long periods of time, such as sitting or bending over for long durations. Based on the results of the NBM questionnaire, several body parts which are complained about by workers include the neck (75%), back (50%), waist (50%), arms (50%), wrists (50%), and hands (58.3%). This study aims to evaluate and propose improvements to work posture to reduce fatigue and pain in workers. The Workplace Ergonomic Risk Assessment (WERA) method was used to analyze work posture. The results show that the initial scores for fabric skewing were 36, for stamping 32, and for color mixing 34, all at the medium level. The final scores after the recommendations are 25 for fabric skewing, 26 for stamping, and 25 for color mixing, all at the low level. Improved work posture includes a moderate shoulder angle of less than 60° with more pauses, moderate wrist flexion with 0-10 movements per minute, moderate back flexion with 0-3 movements per minute, and a neutral downward neck position. Keywords: NBM, WERA, Work Posture
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tugas Akhir or Kerja Praktek) (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TS Manufactures |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > S1 Teknik Industri |
| Depositing User: | Kaprodi S1 Teknik Industri UTY |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 03:44 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 03:44 |
| URI: | http://eprints.uty.ac.id/id/eprint/19590 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
